KETAATAN DAN PEDAGOGI KRITIS DALAM PENDIDIKAN QUR’ANI: STUDI ATAS KISAH NABI MUSA DAN KHIDIR

Penulis

  • Muhammad Rafsanjani Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan Penulis
  • Rahmat Yusuf Aditama Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan Penulis
  • Muhammad Arwani Rofi'i Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan Penulis

Kata Kunci:

Pedagogi Kritis, Pendidikan Qur’ani, Nabi Musa, Nabi Khidir

Abstrak

Penafsiran kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Q.S. al-Kahfi [18]: 60–82 sering kali terpaku pada aspek adab murid, namun mengabaikan dimensi pedagogi kritis. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis konsep ketaatan dan pedagogi kritis dalam pendidikan Qur’ani melalui pendekatan tafsir maudhu‘i serta analisis normatif-usul fikih. Dengan menelaah tafsir klasik dan literatur kontemporer, hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap kritis Nabi Musa merupakan bentuk tanggung jawab syar‘i untuk menolak kemungkaran, bukan pelanggaran adab. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam tidak mengajarkan kepatuhan absolut, melainkan menyeimbangkan otoritas pengajar dengan keberanian berpikir reflektif-korektif. Narasi ini merepresentasikan model pedagogi kritis yang menempatkan ketaatan dalam koridor etika dan hukum syariat. 

Diterbitkan

2026-02-21