VERNACULAR AND MODERN LANGUAGES IN THE TRANSMISSION OF BUDDHA DHARMA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Budiono STIAB Smaratungga Penulis
  • Partono STIAB Smaratungga Penulis

Kata Kunci:

Transmisi Buddha Dharma, Bahasa Vernakular, Bahasa Modern, Pendidikan Buddhis, Pendidikan Dwibahasa

Abstrak

Artikel ini merupakan systematic literature review (SLR) yang mengkaji peran bahasa vernakular dan bahasa modern dalam transmisi Buddha Dharma pada berbagai konteks pendidikan, budaya, dan wilayah. Seiring dengan sirkulasi ajaran Buddha yang semakin global dalam bingkai multibahasa, pilihan bahasa menjadi faktor krusial yang memengaruhi pemahaman doktrinal, faktor keberlanjutan budaya, dan aksesibilitas pendidikan Buddhis. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan sistematis terhadap 50 artikel ilmiah relevan yang diseleksi dari total 143 publikasi potensial. Literatur yang dianalisis mencakup beragam konteks regional, termasuk Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara, serta komunitas Buddhis transnasional dan diaspora, dengan latar disiplin yang meliputi studi Buddhis, pendidikan, dan sosiolinguistik. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik kualitatif untuk mengidentifikasi pola-pola yang berulang dan gesekan-gesekan kritis dalam penggunaan bahasa dalam transmisi Dharma. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa vernakular berperan penting dalam menjaga keotentikan ajaran, identitas budaya, dan pengalaman belajar yang berakar pada spiritualitas. Sebaliknya, bahasa modern, khususnya bahasa Inggris dan Mandarin, berfungsi dalam memperluas jangkauan ajaran, integrasi institusional, dan akses lintas wilayah. Namun demikian, literatur juga mengungkap adanya persoalan sambung silih antara kedalaman pemahaman spiritual dan perluasan akses pendidikan. Pendekatan dwibahasa dan multibahasa muncul sebagai strategi mediasi potensial, meskipun implementasinya masih belum merata dan kurang terkonseptualisasi secara sistematis. Kajian ini juga mengidentifikasi celah penelitian yang signifikan, antara lain dominasi studi deskriptif, keterbatasan evaluasi hasil pembelajaran, serta minimnya penelitian berorientasi pengembangan yang mengintegrasikan bahasa vernakular dan bahasa modern. Dengan mensintesis temuan dan merumuskan celah riset tersebut, artikel ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan Buddhis yang lebih inklusif dan kontekstual di lingkungan multibahasa.

Diterbitkan

2026-02-21