MISI PENTAKOSTAL DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI LUKAS: PERIKORESIS PRIBADI, REALITAS, INTRA-EKLESIAL, DAN PNEUMATIK SEBAGAI FONDASI EKUMENE DAN KESAKSIAN GEREJA DI INDONESIA

Penulis

  • Joko Budi Santosa, SH STT Torsina Karanganyar Prodi Magister Teologi Penulis

Kata Kunci:

Misi Pentakostal, Teologi Luka, Perikoresis, Pertumbuhan Gereja, Pneumatologi, Hospitalitas, Missio Dei

Abstrak

Artikel ini merekonstruksi paradigma misi Pentakostal melalui pembacaan naratif-teologis terhadap Lukas–Kisah Para Rasul dengan menggunakan konsep perikoresis sebagai lensa eklesiologis. Dalam konteks gereja Pentakostal Indonesia, pertumbuhan sering dipersempit pada ekspansi numerik dan keberhasilan institusional. Namun, Teologi Lukas menampilkan pertumbuhan gereja sebagai dinamika pneumatologis yang membentuk individu, komunitas, dan relasi gereja dengan dunia. Melalui analisis mendalam terhadap Kisah Para Rasul 2, 10, dan 17, artikel ini mengembangkan empat dimensi perikoresis dalam misi Pentakostal: pribadi, intra-eklesial, realitas, dan pneumatik. Paradigma ini kemudian diperkaya dengan konsep misi hospitalitas Pentakostal sebagai bentuk konkret partisipasi gereja dalam Missio Dei di tengah masyarakat plural Indonesia. Artikel ini berargumen bahwa pertumbuhan gereja sejati bukan sekadar akumulasi anggota, melainkan kedewasaan relasional dan transformasi sosial yang berakar pada karya Roh Kudus.

Diterbitkan

2026-02-21