TEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN BAMBU KUNING (BAMBUSA VULGARIS VAR. STRIATA) SECARA VEGETATIF DENGAN METODE CANGKOK DI AGRO LEARNING CENTRE
Kata Kunci:
Bambu Kuning, Cangkok, Perbanyakan Vegetatif, Hortikultura, Bambusa VulgarisAbstrak
Bambu kuning (Bambusa vulgaris var. striata) merupakan tanaman hias dengan nilai ekonomi tinggi yang memerlukan teknik perbanyakan efektif untuk memenuhi permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode cangkok sebagai teknik perbanyakan vegetatif bambu kuning. Kegiatan dilaksanakan di Agro Learning Centre (ALC), Denpasar, Bali selama periode 23 Juni - 23 Agustus 2025. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, praktik langsung, dan dokumentasi. Proses cangkok dilakukan pada batang sehat berumur 1-2 tahun dengan diameter 2-3 cm, meliputi tahapan pemilihan lokasi, pengupasan kulit batang sepanjang 3-5 cm, pemberian media tanam (campuran tanah dan kompos 1:1), pembungkusan dengan plastik transparan, dan pemeliharaan rutin selama 7-8 minggu. Hasil menunjukkan metode cangkok berhasil menghasilkan bibit bambu kuning berkualitas dengan sistem perakaran yang kuat. Keunggulan metode ini adalah tingkat keberhasilan tinggi karena tanaman tetap terhubung dengan induk selama pembentukan akar, sehingga suplai nutrisi terjaga. Metode cangkok terbukti efektif untuk perbanyakan bambu kuning dan dapat diaplikasikan secara komersial dalam industri hortikultura.


